Perbedaan Antara Fire Alarm Konvensional vs Addressable

26 February 2026 Edukasi


foto produk

Menjaga keselamatan dan keamanan adalah hal yang krusial, terutama dalam menghadapi risiko kebakaran yang bisa terjadi kapan saja.  Disinilah sistem fire alarm berperan penting dalam mendeteksi potensi bahaya sejak dini. 

Namun, tidak semua sistem fire alarm bekerja dengan cara yang sama.  Berikut adalah pembahasan detail mengenai perbedaan  antara fire alarm konvensional dan addressable.


Perbedaan dari Definis inya  

Walaupun sama-sama merupakan sistem proteksi kebakaran, kedua jenis fire alarm ini memiliki perbedaan mendasar. Fire alarm konvensional berfokus pada pembagian area ke dalam beberapa zona ketika terjadi kebakaran.  Sehingga control panel hanya bisa menunjukan zona mana yang terpicu, tanpa memberikan informasi secara detail mengenai titik detektor yang aktif. 

Berbeda  dengan fire alarm addressable yang akan langsung memberikan alamat unik pada setiap detector. Dengan demikian, nantinya sistem ini akan langsung menunjukan lokasi spesifik detektor yang terpicu. 

Baca Juga: Memahami Cara Kerja Fire Alarm Control Panel dalam Menangani Potensi Kebakaran

Perbedaan Antara Fire Alarm Konvensional vs Addressable 

Selain berbeda dari definisinya, kedua jenis fire alarm ini juga memiliki perbedaan yang penting seperti: 


1. Biaya Awal 

Tentunya dalam pengimplementasian fire alarm dalam bangunan memiliki biaya investasi awal yang perlu dipertimbangkan. Jika ingin menggunakan sistem konvensional, maka bisnis akan mengeluarkan biaya yang lebih rendah. Hal ini karena panel control hanya sebatas sebagai indikator zona saja tanpa harus melakukan konfigurasi wilayah. 

Sebaliknya jika bisnis menginginkan memiliki sistem proteksi kebakaran yang cukup komplek tentu menggunakan sistem addressable. Sehingga, dengan sistem yang ada maka bisnis harus mengeluarkan biaya yang cukup besar, apalagi fire alarm memerlukan konfigurasi yang  lebih detail.

2. Identifikasi

Selain biaya awal, aspek identifikasi juga memiliki perbedaan  sistem fire alarm konvensional akan lebih terbatas karena panel kontrol hanya mampu menunjukkan zona umum yang terpicu. Misalnya, jika alarm berbunyi di lantai dua, sistem hanya menampilkan bahwa zona lantai dua aktif.  

Berbeda dengan Fire alarm addressable justru lebih unggul karena setiap detektor memiliki alamat unik. Panel kontrol dapat langsung menampilkan lokasi spesifik detektor yang aktif, misalnya “Detektor 07 – Ruang Server Lantai 2.” Informasi detail ini memungkinkan tim keamanan merespons lebih cepat dan tepat, sehingga potensi kerugian bisa diminimalkan.

3. Perawatan 

Cara merawatnya pun juga berbeda, walaupun sistem konvensional tergolong sederhana, namun perawatannya bisa lebih rumit. Ketika ada masalah pada detektor, panel kontrol hanya menunjukkan zona umum. Petugas harus memeriksa satu per satu detektor dalam zona tersebut untuk menemukan sumber gangguan. 

Berbeda dengan halnya sistem addressable yang memiliki panel kontrol cerdas. Panel ini mampu menampilkan informasi detail mengenai kondisi setiap detektor, termasuk jika ada yang rusak atau perlu diganti. Dengan identifikasi spesifik, teknisi bisa langsung menuju ke titik masalah tanpa harus memeriksa seluruh zona.

4. Skalabilitas

Fire alarm juga memiliki perbedaan dalam hal skalabilitas. Karena sistemnya lebih fleksibel, maka addressable mampu menyesuaikan dengan kebutuhan bangunan yang terus berkembang. 

Tidak seperti penggunaan sistem konvensional, yang harus menambah zona baru ketika bangungan berkembang. Sehingga sistem ini sangatlah terbatas. 

 5. Teknologi

Teknologi yang digunakan juga berbeda. Fire alarm addressable memanfaatkan sistem yang lebih canggih dibandingkan konvensional. Sehingga setiap detektor memiliki alamat unik yang terhubung ke panel kontrol pintar. Panel tidak hanya menampilkan lokasi spesifik detektor yang aktif, tetapi juga dapat memberikan informasi kondisi perangkat secara real-time. 

Tidak seperti sistem konvensional yang memiliki teknologi sederhana. Dengan demikian  tidak mampu memberikan informasi detail mengenai detektor yang terpicu. Sistem ini cocok untuk kebutuhan dasar proteksi kebakaran di bangunan kecil atau sederhana.


Baca Juga: Jangan Asal Pasang! Ini Adalah Fakta Dasar Tentang Pemasangan APAR

Kapan Menggunakannya

Dari sisi penggunaannya pun juga berbeda, karena setiap sistem fire alarm memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan bangunan. Penggunaan sistem fire konvensional cocok digunakan pada bangungan kecil kecil atau sederhana, seperti ruko, kantor kecil, atau gudang dengan jumlah ruangan terbatas.  


Berbeda dengan sistem addressable yang digunakan pada bangunan  besar, kompleks, atau bertingkat, seperti hotel, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan gedung perkantoran.


Kesimpulan 


Memilih sistem fire alarm bukan hanya soal biaya, tetapi juga soal kebutuhan dan tingkat risiko. Sistem konvensional memang lebih murah dan sederhana, namun memiliki keterbatasan dalam identifikasi dan perawatan. Sebaliknya, sistem addressable menawarkan akurasi, fleksibilitas, dan efisiensi yang lebih tinggi, meskipun dengan biaya awal yang lebih besar. 

Jika Anda sedang mencari tahu sistem fire alarm apa yang cocok? Berkonsultasi dengan AKM corporation akan membantu Anda dalam memahami sistem proteksi kebakaran  dan pemasangan fire alarm pada gedung Anda.  Yuk hubungi kami sekarang dan dapatkan promo yang menarik.